Uang Dalam Islam

20 August 2022 - Kategori Blog

uang dalam islam ahza bookstore

Uang Dalam Islam

Ketika Islam datang, Rasulullah SAW membiarkan orang Arab bertransaksi dengan dinar emas Heraklius dan dirham perak Persia. Rasul juga membiarkan penggunaan timbangan-timbangan yang dipakai untuk menimbang dinar dan dirham. Dalam kitab Irwa‘ al-Ghalil karangan Albani, diriwayatkan sebuah Hadits dari Abu Daud, an-Nasa‘i, al-Bayhaqi dan yang lainnya, dan dari jalan lain yaitu dari Thawus dari Ibnu Umar, ia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:

الْمِكْيَالُ مِكْيَالُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ وَالْوَزْنُ وَزْنُ أَهْلِ مَكَّةَ

Takaran adalah takaran penduduk Madinah dan timbangan adalah timbangan penduduk Makkah.

Meskipun Rasulullah SAW melegalisasi uang yang digunakan oleh orang Arab dengan mengatakan bahwa timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, akan tetapi beliau tidak mewajibkan emas atau perak atau kedua-duanya sebagai alat tukar dan alat pengukur manfaat satu-satunya di antara manusia. Bahkan Rasulullah SAW membiarkan manusia bebas melakukan tukar menukar barang atau barter dan menentukan upah sesuai yang mereka inginkan, tidak mengharuskan mereka menggunakan emas atau perak sebagai alat tukar.

Boleh saja menukarkan barang dengan barang atau uang atau jasa. Adapun Rasul mengkaitkan emas dan perak dengan hukum-hukum tukar-menukar dan melegalisasi uang yang berlaku di kalangan Arab dan alat untuk menimbang uang pada waktu itu adalah untuk membatasi alat pengukur uang yang menjadi patokan dalam menentukan nilai barang dan jasa.

Selengkapnya di buku “Riba dan Bunga Bank, Haram!” (Syaikh Ahmad ad-Da`ur)

——

——
#Islam #Syariah #Muamalah #Riba #Bunga #Bank

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp