Persatuan dengan Ikatan Islam

29 August 2022 - Kategori Blog

Persatuan dengan Ikatan Islam

Persatuan dengan Ikatan Islam

Persatuan yang sangat menonjol yang terwujud karena aqidah Islam dapat dilihat dari banyak contoh di dalam sirah, tetapi contoh berikut ini mungkin merupakan contoh yang paling mengesankan. Ketika kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasul SAW. mengajarkan persaudaraan antara kaum Muslimin dengan tujuan untuk mempererat hubungan mereka dalam urusan perdagangan dan urusan sosial. Paman Nabi, Hamzah ra., dipersaudarakan dengan maulanya, Zaid ra.. Abu Bakar menjadi saudara Kharijah bin Zaid.

Demikian pula, kaum Anshar dan Muhajirin juga membentuk ikatan persaudaraan. Umar bin Khattab dan Utbah bin Malik al-Zajraji bersaudara dengan Abu Ayyub al-Anshari, serta Abdu al-Rahman bin ‘Auf bersaudara dengan Sa’ad bin al-Rabi’. Persaudaraan ini memberi pengaruh yang nyata di kalangan kaum Muslimin, khususnya kaum Muhajirin dalam perdagangan dan juga pertanian.

Ikatan ideologis ini terus menjadi dasar persatuan mereka sampai ribuan tahun sesudahnya. Islam menyatukan orang Arab, Barbar, Romawi, Afrika, Turki, Persia dan India, berikutnya juga Melayu, Cina, Sirkasia, Bosnia, dan lain-lain menjadi umat yang satu, yaitu umat Islam.

Dengan demikian, Islam menyatukan manusia tanpa melihat warna kulit, ras, status ataupun bahasanya. Ikatan aqidah inilah yang memberikan kekuatan kepada Daulah Islamiyyah dalam penyebarannya ke seluruh bumi Allah. Karena ikatan ini begitu kokoh menyatukan orang-orang Islam, maka musuh-musuh Islam begitu ingin menghancurkannya dengan segala cara.

Lengkapnya di buku “Sejarah Nasionalisme di Dunia Islam” Shabir Ahmad & Abid Karim
——-
Harga buku : Rp 34.000
——-
#Sejarah #Nasionalisme #Islam #Ashabiyah

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp