Jangan Marah Bunda, Bersikap Bijaklah

23 August 2022 - Kategori Blog

jangan marah bunda ahza bookstore

Jangan Marah Bunda, Bersikap Bijaklah

Seringkali kita mengalami situasi yang tidak diinginkan yang menimpa anak-anak kita. Katakanlah anak lagi main sepeda dengan temannya pulang-pulang di atas pelipis matanya berdarah dan pipinya terluka yang cukup lumayan, sambil meringis anak tidak mau menceritakan karena merasa bersalah. Ternyata dia bukan memakai sepedanya sendiri, tapi dibonceng teman bermainnya, bertiga di atas sepeda.

Menghadapi realitas seperti ini kalau lagi kuat kesabarannya, sang bunda akan berbicara lembut, “Baiklah nak, bila merasa bersalah lain kali lebih hati-hati bersepedanya, tandanya anak laki-laki itu kuat pantang menyerah dan selalu bisa ambil pelajaran dari kekeliruannya.”

Tapi saat Bunda lagi banyak pikiran dan pekerjaan, apa lagi tidak enak hati, bisa-bisa bilang begini, “Tuh kan, apa kata ummi udah dinasehati jangan main melulu, jangan keluar melulu, di rumah saja kalau ummi gak ada di rumah, jangan keluyuran terus, gak nuruti kata ummi, rasa kan tuh akibatnya.” Astaghfirullahalazhiim. Sudah jatuh kena damprat pula sama ummi, sakitnya tuh disini….(sambil nyungsep di bawah bantal, terisak nangis, padahal pas jatuhnya gak nangis).

Jangan mengasuh dan mendidik anak dalam kondisi marah, karena kemarahan akan menambah rusaknya mental anak, bukannya tambah menurut tapi tambah pembangkangannya. Segeralah setenang mungkin ingat larangan Allah dan rasulnya “Jangan marah“. Kalau toh pun ingin marah ke anak, maka marahlah karena proses pendidikan buat anak, bahwa yang dilakukannya tidak sesuai akhlak Islam dan apapun yang bertentangan dengan syariat Allah wajib ditinggalkan.

Baca lengkapnya di buku “Menjadi Ibu Tangguh” (Yanti Tanjung)

————–

————–
#Keluarga #Ibu #Tangguh #Ummi #ParentingIslam #PendidikanAnak #YantiTanjung

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp