Inspirasi @Saptuari: Bohong Dikit boleh kalee…

13 January 2017 - Kategori Blog

inspirasi saptuari jangan bohong Allah maha melihat ahza bookstore“Aiii.. Bohong Dikit Boleh Laaah Bun!”
KISAH DARI SEMINAR “Kembali Ke Titik Nol” PALEMBANG

Ruang seminar di Grand Atyasa Convention Center itu terasa sempit, diluar dugaan panitia pas hari H peserta seminar membludak hingga mereka harus menambah kursi hingga mepet hingga mentok ke belakang.

Selama 3 jam saya menyelesaikan seminar, usai sholat Ashar dilanjutkan dengan materi penutup jurus bebas utang dan riba. Saya selalu senang di sesi ini, biasanya video yang saya putar akan membuat mereka berderai-derai..

Ada beberapa yang curhat di sesi akhir, termasuk seorang peserta yang berprofesi sebagai bagian keuangan di sebuah kantor pendidikan. Galau karena tiap bulan dia sering diminta untuk membuatkan slip gaji yang sudah dimofikasi.. gaji dinaikkan! Tanggungan dihapuskan!

Tujuannya buat apa hayooo?

“Ya buat ngajukan utang baru lah mas! Saya sampai pusing melayani mereka.. saya menolak gak enak, saya kerjaan jadi kecripatan dosanya!”
Sampai segitunya ya mbak?

“Sampai saya gak habis pikir, saya ngitung gaji mereka gak cukup untuk bayar KPR, Leasing mobil, utang motor, belum pinjaman lainnya.. gaji mereka tuh dah habisss pokoknya!”

Kamu gak nolak mbak?

“Kalau saya tolak mereka ngeles dan ngomong, aiiii.. bohong dikit boleh laah Bun”

“Duuuh… padahal bohong dikit dan bohong banyak dosanya sama ya mas?!”

Nah itulah mbak, salah satu tabiat buruk utang! Sudah dijelaskan oleh Nabi kok dalam doa beliau ini..

Doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW: ALLAHUMA INNI AUDZUBIKA MINAL MA’TSAM WAL MAGHROM “Ya Allah aku berlindung dari dosa dan jeratan hutang”

Nabi sering membaca doa itu tiap hari hingga para sahabat bertanya, kenapa Nabi selalu membacanya?

Jawab Nabi: “aku berlindung pada Allah dari utang, karena orang yang berutang kalau bicara dia akan BOHONG, kalau berjanji dia akan INGKAR..”

Tuuuuh! Kena telak dengan para oknum yang memanipulasi slip gaji demi mencairkan utang baru. Biar para analis kredit percaya dia punya kemampuan bayar, padahal ya tipu-tipu.. utang lainnya sudah tercecer dimana-mana, inilah salah satu penyebab kredit macet! Gak mampu bayar memaksakan utang.. demi gaya hidup dan pamer!

Padahal hidup cuma sementara, kelak semua perbuatan sebesar biji zarrah pun harus dipertanggungjawabkan di akherat!

“Saya harus jawab apa mas? Kalau mereka minta pemalsuan slip gaji lagi.. ”

Jawab saja: “Pak.. Bu.. sekarang ALLAH melihat obrolan kita lho, CCTVnya terus merekam, dan besok pasti ada saat pertanggungjawaban..”
Makjleb!!

@Saptuari