Gara-gara Uang, Hancur Persahabatan!

12 January 2017 - Kategori Blog

persahabatan dan uang ahza bookstorePersahabatan dan Uang

Alkisah ada 2 orang sekawan yang memutuskan untuk bisnis bersama dan membangun sebuah toko online bernama XXX.

Bulan pertama berjalan, 2 orang ini berjuang pagi, siang, malam, untuk datangkan trafik ke toko online mereka.

Orderan datang gak terlalu banyak, omzet pun masih bisa dibilang cuma seuprit. Tapi karena punya semangat 45, 2 sekawan ini pantang menyerah dan terus menerus berjuang mati2an agar toko online XXX miliknya jadi laris.

Dan hasilnya mulai kelihatan di bulan ketiga. Dengan skill FB Ads yang baru dikuasainya, dan skill Copywriting yang juga dipelajari berkat ikut kursus Copywriting, akhirnya setiap bulan mereka mulai mendulang profit 10 juta per bulan.

Sebagai bentuk syukur, si Jono dan si Aceng (pemilik toko online XXX) ini akhirnya saling mengungkapkan kebahagiaannya,

Jono: “Ceng, alhamdulillah ya… Bulan ini profit kita tembus 10 juta”

Aceng: “Iya Jon. Gw juga gak nyangka, bulan ke-3 kok udah dapat segini. Alhamdulillah….”

Jono: “Kita harus terus semangat, Ceng.. Uangnya kita simpen dulu ya. Jangan dipake dulu. Ini uang kita bersama”

Akhirnya mereka berdua sepakat untuk menyimpan profit tersebut di perusahaan dan digulirkan ulang untuk bisa stok barang dalam jumlah yang besar.

6 bulan berjalan, toko online XXX nya makin laris di pasaran. Produk2nya langsung ludes setiap kali ada varian baru. Profitnya pun tembus 50 juta per bulan.

Terjadilah percakapan,

Jono: “Ceng, Gw gak nyangka, profit kita sekarang udah tembus 50 juta lho!”

Aceng: “Iya Jon. Gw juga kaget. Kerja keras kita akhirnya menuangkan hasil. Kita dapat 50 juta gede banget”

Jono: “Iya, ceng. Kita simpen lagi ya, supaya makin gede lagi nanti uangnya. Kita puterin dulu”

Dan mereka pun sepakat memutarkan kembali uang keuntungannya agar bisa stok barang dari supplier dalam jumlah lebih banyak.

Singkat cerita, 1 tahun berlalu. Mereka berdua berhasil membukukan profit per bulan hingga 100 juta.

Dan keadaan mulai berbeda. Si Jono dan Si Aceng hubungannya mulai retak.

Jono: “Ceng, ente kok diem mulu sih. Gw capek2 ngiklan setiap hari. Ente cuma diem doang, nikmatin hasil..”

Aceng: “Eh, Jon! Perasaan lo yang enak2 aja. Ide toko XXX in dari gw. Ide2 marketingnya juga dari gw. Lo enak cuma ngiklan. Biaya ngiklan dari Gw. Enak aja lo ngomong…”

Jono: “Heh, ceng. Ini duit gw. Ente gak inget apa modal awal bisnis ini dari siapa? Dari Gw! Lo cuma modal ide doang. Gw juga bisa nyari sendiri. Tetep aja ini duit gw!”

Dan pertengkaran serta adu mulut pun terjadi.

Kalau dilanjutin ceritanya, Saya capek ngetiknya. hehehe

Kisah di atas adalah fiktif. Saya cuma iseng2 aja ngetik pagi ini, untuk menunjukkan bahwa fenomena itu sering terjadi dalam bisnis.

Awal2 ngakunya bisnis bareng. Uang, uang bersama. Berjuang, berjuang bersama. Eh giliran udah duitnya banyak, malah saling merasa bahwa dirinya paling berperan. Parahnya, merasa bahwa uangnya adalah uang dia seorang.

1 Juta? Ini uang kita….
10 Juta? Ini uang kita….
100 Juta? INI UANG SAYA! Enak ajah….
hehehe…

Pernah ngalamin? ^_^

Saya lagi gak ngomong sama Anda kok.
Cuma ngingetin aja, jangan sampai itu terjadi.

Boleh dishare, kalau menginspirasi….

by Dewa Eka Prayoga