Empat Tipe Pelaku Riba

24 June 2018 - Kategori Blog

saptuari type pelaku ribaDari ratusan bahkan ribuan chat serta coment yang masuk sejak saya membuat group ini 3 tahun lalu, saya menyimpulkan beberapa hal yang menarik. Ditambah jika saya mendengar langsung cerita mereka ketika saya berkeliling seminar “Kembali Ke Titik Nol” di berbagai kota.

Mari kita bahas satu-satu, ambil kaca, renungkan, gak usah emosi, kalaupun kesindir ya dinikmati..

TIPE 1: LUDES BABAK BUNDAS!
Tipe ini paling tragis dan menyedihkan, berdarah-darah kuadrat. Seolah-olah hidupnya memang dibuat mines dan ngenes oleh ALLAH. Sudah harta habis, usaha bangkrut, nama baik hancur, harga diri tergadai, keluarga tercerai berai, dihadiahi sakit atau keluarga yang sakit bertahun-tahun, bahkan ada yang kehilangan keluarga tersayang selama-lamanya.
Ada yang bisa bangkit lagi, memulai hidup benar-benar baru, namun ada juga yang menyerah, meninggal dengan meninggalkan utang berserakan.

TIPE 2: IMPAS BAKBUK TAK BERSISA!
Tipe ini kehilangan semua hartanya, kemarin punya apa-apa, sekarang kembali modal badan sadja! Mereka tidak sampai mengalami sakit berkepanjangan, atau musibah beruntun. Harta memang tak punya tapi ALLAH sisakan badan sehat yang mempercepat dia bangkit lagi. Itulah modal yang paling berharga sesungguhnya.

TIPE 3: UNTUNG TAPI SEMPAT LINGLUNG!
Lho mainan riba untung? Ada yang begitu… adaaa!! Beberapa kasus mereka berutang dalam bentuk property, dan untungnya dari kenaikan harganya, bukan dari akad ribanya. Kasus beli rumah KPR 500 juta, sudah nyicil 8 tahun, masih 7 tahun lagi lunas. Memilih menjual rumahnya, ternyata ada kenaikan harga pasar jadi laku 700 juta, setelah dijual dikurangi sisa utang masih sisa 150 juta. Utang lunas, dan masih dapat sisa uang walaupun harus ngontrak lagi.

Dari beberapa cerita yang saya tangkap orang-orang seperti ini memiliki amalan khusus kepada ALLAH. Kebaikannya lebih banyak dari keburukannya, sehingga ketika taubat dari riba dan bersungguh-sungguh meninggalkannya ALLAH berikan banyak kemudahan dan keajaiban.

Sempat linglung? Yess.. walaupun cicilan lancar tapi seperti ALLAH cabut ketenangan hatinya yang gak bisa dibohongi. Hidup dengan tagihan itu memang tidak nyaman. Ibadahpun jadi gak khusuk mikir cicilan..

TIPE 4: DIBIARKAN OLEH ALLAH, TAPI HARUS WASPADA
Anggota group “ngeyelers” ada disini, mereka tetap yakin mainan riba karena belum merasakan efeknya. Bisnisnya tetap tumbuh, usahanya tetep untung, makin berkembang dan terus buka cabang. Kalau dinasehati oleh kawan dia akan bikin fatwa sendiri, seolah-olah Quran dan Hadist harus direvisi sesuai keinginan dia.

“Buktinya bisnisku tetap melaju kok, aku makin kaya raya, uangku makin banyak, aku bisa banyak sedekah kemana-mana. Biarlah ini jadi urusanku dengan Tuhan saja, kalian gak usah ikut-ikutan!”

Orang tipe ini memang dikeraskan hatinya oleh ALLAH sehingga tidak mudah menerima kebenaran walaupun dari agama yang katanya dia anut.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan pesan pada orang seperti ini..

“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hambaNya di dunia ini apa yang hamba itu suka atau inginkan, sedangkan hambaNya itu selalu berbuat kemaksiatan, maka itulah ISTIDRAJ“.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pun membaca surah (Q.S. Al-An’am: 44- 45)

44. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami SIKSA MEREKA SECARA TIBA-TIBA, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

45. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Kok ngeri…

Saya pernah mendapat cerita orang di tipe 4 ini, ketika dia kaya-raya dan terus dalam kemaksiatan, dinasehati gak mempan, ALLAH cukup kirimkan kanker di lehernya dan harta ludes desss untuk menebus sakitnya.

Sudah.. sudah.. tidak perlu tunjuk sana-sini, mending ambil kaca dan arahkan ke badan sendiri..

Saya masuk tipe yang mana?
Dan masih adakah waktu untuk menebusnya?
Sementara satu persatu tetangga, kawan, dan keluarga meninggalkan ini dunia..

@Saptuari

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter

 
Chat via Whatsapp